Tabi x Puspus

Tabi x Puspus

?

  • I tell everyone who close to me that i'll be on their side no matter what happens. Even if it's bad or happy. But, there is no one of them telling me that their will be on my side. No one. They call me when they need me, they call me when they in bad situation, but no one tell me if they in a happy state. And when i need them to share some momments, they have no interest. They busy with their bussiness. All of them is like that. I feel a little lonely this time, but no one i can tell about. What am i doing wrong? Tell me, because i'm not good to think about it. Tell me, so maybe i can change my self.

The Nueva Things turned 3 todaaaayyyyy!!!!!!!!!

Too Crowded?

Semalam aku memutuskan untuk pulang duluan dari acara di rumah saudaraku. Aku merasa ramai sekali. Tapi diantara keramaian itu aku merasa sepi. Ya sepi. Aneh memang, tapi itu yang aku rasakan. Bukannya aku tidak menyukai keramaian, aku hanya merasa sepi ditengah keramaian. Itu menyeramkan. Ketika semua orang berbicara dan hanya kau yang diam dan memandangi mereka srmua berbicara dan tertawa dengan lepas, kau merasa sepi… aku senang ada disitu, semua orang berkumpul dan bahagia. Namun disisi lain aku merasa tak nyaman dengan itu. Iri dengan kebahagiaan mereka? Tidak.. aku sangat bersyukur dengan apa yang aku punya saat ini.. Too crowded? Maybe yes maybe no, but it’s really scary.

#day1 no kepo!!! Live your life happily stif!!!!!

Malam ini aku akan bercerita lagi. Cerita tentang sesuatu yg sebenarnya ingin ku akhiri, tapi aku belum menemukan jawabannya. Hem, ini lanjutan dr yg kemarin bisa dibilang.. Jadi tadi pagi ada yg menghubungiku dan mengajakku untuk pergi ke suatu tempat bersama dengannya. Aku bingung.. haruas aku terima atau tidak. Aku bertanya pada teman2ku, dan mereka semua bilang kalau aku harus ikut. Cinta itu butuh perjuangan.. begitu kata kebanyakan dari mereka.. tapi disisi lain, hati kecilku berkata kalau aku tidak usah ikut.. ya, kalau aku ikut nantinya malah merusak acara mereka disana.. aku ingin semua bahagia disana. Jika melihat kesudut hatiku yg lain, aku ingin ikut.. Tuhan jarang memberikan kesempatan 2x kan? Kalau aku tidak ambil kesempatan ini, mungkin tak ada kesempatan lagi dan utu tandanya aku harus belok ke kiri.. tapi sekarang aku masih berjalan lurus, berharap menemukan rambu lagi kemana aku harus melangkah :)

Malam ini aku tidur cukup larut, bahkan hampir menjelang pagi. Entah apa yg membuatku hingga tak bisa tidur. Saat aku mencoba untuk memejamkan mata, aku teringat kembali saatbaku berada disana. Saat aku duduk di bangku panjang dan memandangmu dari kejauhan. Ya, aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Bahkan hingga detik ini hanya itu yg bisa kulakukan. Takut? Ya aku takut. Aku takut untuk memulai. Tapi mereka bilang aku harus memulai. Beberapa dari mereka bilang kalau kau itu “terlambat” dalam berbagai hal. Dan beberapa dari mereka juga bilang kalau aku bisa merubahmu. Aku bagaikan sedang berada dipertigaan jalan. Ya, pertigaan. Jika aku ke kanan, aku maju untukmu. Jika aku kekiri, aku meninggalkanmu. Dan jika aku lurus, aku terus berjalan mencari rumah mana yg bisa kusinggahi. Lalu aku harus kemana? Ceritaku ini apakah harus diakhiri atau terus berlanjut? Atau bahkan hanya menjadi “cerita”?

These are the days that shape my heart. A sense of heart that i couldn’t bear to touch. Suddenly this feeling come to me.. yeah, the feeling that i miss you.. other people can’t understand it. Maybe because there is nothing that i can show to them. This is only in my self. Just me.. and that’s why it feels really hurt. Someday i’ll meet him again they say. But, am i brave enough to figure out? No, i am not. Even the movies don’t show what happens to love when love gets old.